Alarm yang meneleponmu — dan tidak menutup telepon sampai kamu benar-benar bangun.
Nada dering bisa kamu matikan sambil setengah tidur. WakeYa adalah suara yang mengajakmu bicara, tahu kamu masih menggumam, dan terus berlanjut sampai kamu membuktikan sudah bangun.
7 hari fitur penuh · Tanpa akun · Tanpa pelacakan iklan
“Selamat pagi. Ini tunda yang ketiga. Rapat jam sembilan tidak akan mundur demi kamu.”
“…hmm. lima menit lagi.”
“Tidak. Kaki ke lantai. Coba sebutkan, hari ini hari apa?”
Tolak Jawab
6:30
Kamu bukan tidak dengar alarm. Kamu mengalahkannya.
Dalam keadaan setengah tidur, otakmu sangat mahir pada satu hal: membuat suaranya berhenti. Tunda, geser, ponsel masuk ke bawah bantal — semuanya terjadi sebelum kamu cukup bangun untuk mengingatnya. Sebuah bunyi tidak bisa melawan. Sebuah percakapan bisa.
Cara kerja WakeYa
Tiga langkah. Yang terakhir yang menentukan.
01
Pasang alarmmu
Pilih waktu, satu kepribadian, dan satu tingkat. Tambahkan catatan — “besok ada ujian”, “jangan biarkan aku bolos gym” — dan WakeYa akan memakainya besok pagi.
02
Bukan berbunyi, tapi menelepon
Pada jam bangun, sebuah suara masuk: tahu namamu, harimu, kalendermu, lalu memulai percakapan sungguhan. Bukan rekaman — ia menjawab apa yang kamu katakan.
03
Baru berhenti setelah kamu bangun
Tidak ada tombol tunda untuk digebuk. WakeYa terus bicara, bertanya, dan menutup panggilan hanya kalau kamu benar-benar menjawab — bukti kamu sudah bangun, bukan sekadar bergumam.
Empat suara. Pilih siapa yang membangunkanmu.
Ini rekaman asli dari aplikasi. Besarkan volumenya — di situlah intinya.
Drill Sergeant
Tanpa ampun. Tanpa tunda.
Volume, tempo, nol negosiasi. Kesiangan itu desersi.
Gentle Coach
Hangat dan sabar.
Energi matahari terbit. Menuntunmu bangun, bukan meneriakimu keluar dari kasur.
The Skeptic
Belum yakin.
Bilang “aku sudah bangun” saja tidak cukup — dia mau bukti.
The Commentator
Setiap pagi adalah final.
Mengomentari bangun tidurmu seperti final piala — setiap gerakan di balik selimut dapat komentar langsung.
Setiap kepribadian tersedia dalam tiga tingkat: Lembut, Standar, Gigih.
Apa lagi yang ada di dalamnya
Mode Subuh dengan jadwal offline
Alarm mengikuti waktu Subuh setempat, dihitung ulang setiap hari dan sepenuhnya offline, dengan selisih sahur yang bisa diatur. Selalu lembut secara bawaan, tidak pernah mengejek, dan tidak pernah melafalkan teks keagamaan dengan suara AI — plus pengingat senyap untuk kelima waktu salat.
16 bahasa
Ia membangunkanmu dalam bahasamu — Indonesia, Inggris, Jerman, Turki, Spanyol, Prancis, Arab, Hindi, Jepang, dan lainnya.
Ia mengingat pagi-pagimu
Berapa lama kamu biasanya butuh, apa yang mempan, apa yang tidak. Ingatan itu tinggal di ponselmu — bukan di server kami.
Tahu isi harimu
Hubungkan kalendermu dan ia akan menyebutkan apa yang menunggu. Rapat jam sembilan jauh lebih meyakinkan daripada bunyi bip.
Profil untuk kerja, perjalanan, akhir pekan
Masing-masing punya alarm, kepribadian, tingkat, dan volumenya sendiri. Ganti konteks dengan satu ketukan.
Alarmnya selalu berbunyi. Selalu.
Tanpa internet, token kedaluwarsa, server kami terbakar — bunyi alarm klasik tetap jalan. Kamu tidak akan pernah kesiangan gara-gara infrastruktur kami.
Tanpa akun. Selamanya.
Tanpa pendaftaran, tanpa email, tanpa kata sandi. Unduh dan pasang alarm. Itu saja proses awalnya.
Ada suara di kamarmu. Mari bicarakan itu.
AI yang mengajakmu bicara di detik pertama pagi adalah hal yang sangat pribadi. Karena itu kami sengaja membangun versi yang membosankan dan serba dibatasi:
Langgananmu mencakup 3 kali bangun per hari, tunda sudah termasuk; setelah itu suara rekaman yang membangunkanmu. Bisa dibatalkan kapan saja lewat toko. Harga dapat berbeda tiap negara.
Pertanyaan yang benar-benar sering muncul
Apakah benar ada orang yang meneleponku?
Tidak — dan itu kabar baik. WakeYa tidak melakukan panggilan telepon. Ia berdering di perangkatmu seperti panggilan, lalu suara AI berbicara lewat aplikasi. Tanpa nomor telepon, tanpa biaya pulsa, tanpa pihak ketiga di saluran.
Apa yang terjadi dengan apa yang kuucapkan di pagi hari?
Ucapanmu dikirim langsung ke penyedia AI supaya suaranya bisa menjawab, lalu hilang. WakeYa tidak menyimpan audio maupun transkrip — basis data untuk menyimpannya pun tidak kami punya.
Kalau tidak ada internet, apakah aku bakal kesiangan?
Tidak. Ini satu-satunya aturan yang tidak pernah kami tawar: kalau ada yang gagal — tidak ada sinyal, token kedaluwarsa, server kami mati — bunyi alarm klasik yang berjalan sebagai gantinya. AI itu peningkatan, bukan jam wekernya.
Bisakah aku langsung menutup teleponnya?
Kamu boleh menolak panggilannya, lalu alarm klasik yang mengambil alih — keras, dan tidak berhenti. Tujuannya bukan menjebakmu. Intinya, menyingkirkan WakeYa butuh kesadaran lebih besar daripada menggebuk tombol tunda, dan pada titik itu biasanya kamu sudah bangun.
Apakah aku perlu akun?
Tidak. Tanpa pendaftaran, tanpa email, tanpa kata sandi. Pasang aplikasinya, atur alarm, selesai. Kalau kamu berlangganan, itu diurus Apple atau Google, bukan kami.
Apakah bisa dipakai untuk salat Subuh?
Bisa — WakeYa punya mode Subuh tersendiri. Alarmnya mengikuti waktu Subuh setempat, dihitung ulang setiap hari dan sepenuhnya offline, dengan selisih sahur yang bisa diatur. Pilih kotamu dari daftar bawaan atau masukkan koordinat — lokasimu tidak pernah meninggalkan ponsel, dan izin GPS tidak diminta. Subuh selalu lembut secara bawaan, tidak pernah mengejek, dan tidak pernah melafalkan teks keagamaan dengan suara AI. Kamu juga mendapat pengingat senyap untuk kelima waktu salat.
Berapa biayanya setelah minggu gratis?
Tidak ada, kecuali kamu mau AI langsung. Aplikasinya tetap menjadi jam weker penuh dengan suara WakeYa yang sudah direkam, gratis selamanya. Premium US$7,99 per bulan atau US$49,99 per tahun, dengan 7 hari gratis pada paket tahunan.
Berjalan di ponsel apa saja?
iPhone dan Android. WakeYa sudah tersedia sekarang — di App Store dan di Google Play.
Besok pagi, kamu yang menang.
Tujuh hari, aplikasi penuh, tanpa kartu dan tanpa akun. Kalau ini tidak membuatmu bangun, tidak ada yang bisa.